Disaat covid-19 melanda Indonesia beberapa sektor perekonomian mengalami penurunan, sektor pertanian mengalami peningkatan, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat digantikan dengan yang lain.

Muhammad subhan,Ketua RPPI (Rumah Pemuda Progresh Indonesia) Cabang sukabumi raya ,buka suara dan terjun lansung menggarap lahan pertanian milik pribadi,demi melanjutkan estafet sekaligus regenerasi petani ,karena ke hawatiran terhadap kurangnya regenerasi petani.

Kontribusi di bidang sektor pertanian yang cukup besar bagi bangsa ini, belum seimbang dengan ketersedian SDM pengelola pertanian itu sendiri. Gambaran nyatanya jika kita berkunjungan ke desa, dimana petani merupakan profesi utama masyarakatnya, semakin terlihat bahwa usia mereka tidak lagi muda dan tidak sedikit lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi kawasan industri & perumahan ,Kemudian bagaimana Jika tidak ada regenerasi petani, siapakah yang akan melanjutkan estafet pahlawan pangan yang mengelola kebutuhan pangan negeri ini?

Semakin berkurangnya minat generasi muda untuk terjun dalam dunia pertanian menjadi tantangan bagi pemegang estafet pertanian Indonesia di masa yang akan datang. Kita semua berharap para petani muda itu hadir untuk memperbaiki apa yang sudah dijalankan oleh generasi petani sebelumnya, seperti dampak peningkatan budidaya pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas produksi. Terobosan - terobosan baru dalam dunia pertanian menjadi keniscayaan untuk menarik minat bagi para calon petani tersebut.

Lantas Bagaimana regenerasi petani ini dapat berjalan? Menurut pendapat saya ada 2 hal yang harus menjadi perhatian utama, yaitu;

1. Sekolah Petani Muda

Karena sektor pertanian itu identik dengan desa, dimana sumbangsih produksi pertanian banyak dihasilkan dari desa, tentunya kita berharap ada wadah yang menempa para pemuda desa untuk termotivasi menekuni sektor pertanian tersebut, dimana orangtua mereka menjalani profesi tersebut sekian tahun lamanya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Wadah atau sekolah bagi calon petani muda ini perlu untuk dihadirkan di desa.

2. Modal

Bagi para petani muda, akses akan modal menjadi hal terpenting, karena dapat dikatakan modal awal mereka adalah diri mereka sendiri, jika mereka terlahir dari keluarga petani setidaknya mereka sudah mempunyai lahan yang siap untuk digarap dan dikembangkan. Modal merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktifitas usaha. Dari modal awal, para petani muda dapat menggunakan untuk membeli bibit, pupuk, sarana dan prasarana pertanian ataupun menyewa lahan pertanian.

Kita semua berharap lahir para calon petani muda ,agar dapat meneruskan estafet pahlawan pangan yang bernama petani , yang lebih baik dan modern. Sehingga kemandirian pangan di negeri ini tidak hanya menjadi angan-angan saja tetapi dapat segera terealisasikan.