Sukabumi - Ajang Musyawarah Daerah KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) kabupaten sukabumi priode 2021-2024 sudah digelar,yang berlokasi di  YON ARMED 13 Cikembar ,pada tanggal 27 Mei kemarin, pada kesempatan itu pula Bung Reggy afriansyah kembali menjadi jawara dan kembali akan menahkodai DPD KNPI kabupaten sukabumi,setelah menaklukan 5 bakal calon lainnya dalam 2 putaran.

Di balik itu semua, ada suatu yang menarik untuk disimak, yakni keberadaan  perempuan yang turut memimpin dan mengatur jalannya persidangan ,yang juga terlibat sebagai presidium dalam persidangan tersebut.

Perannya dalam menyukseskan MUSDA KNPI Kabupaten sukabumi, agaknya tidak bisa dikesampingkan. Beliau adalah "Kartini" dalam abad ini.
 

Keberadaannya ketika menjadi pimpinan sidang MUSDA KNPI ini, seperti tak ada sekat dengan rekan mereka lainnya.

Patut untuk diingat, bahwa beliau masuk dalam jajaran tersebut, tidak secara instan. Tetapi melalui proses panjang perjalanan sejarah bangsa ini. Melalui buah pikiran dan aspirasi dari pejuang emansipasi, Raden Ajeng Kartini.

Presidium sidang itu adalah Dena mardilah (22). Sekertaris KOHATI (Korps HMI Wati) cabang sukabumi .

Pada MUSDA KNPI kali ini, Dena bersyukukur dapat terlibat dan berkesempatan sebagai presidium sidang,atas dorongan dari HmI (Himpunan mahasiswa Islam) cabang sukabumi.

"Dorongan terbesar di dalam forum khusunya yang mengajukan saya menjadi presidium sidang dalam MUSDA XI KNPI Kabupaten Sukabumi  datang dari Bendahara Umum HMI (Himpunan mahasiswa Islam) Cabang Sukabumi Muhammad Aldi Nugraha?Juga rekan-rekan jajaran pengurus HMI Cabang Sukabumi." Ungkapnya

Karena itu, ia mengaku cukup paham proses dan sistem persidangan. Karena dalam organisasi KOHATI (Korps HmI Wati) salahsatu materi yang wajib di pahami kader itu adalah teknik persidangan.

Sebagai perempuan yang terlibat dalam perhelatan MUSDA KNPI kabupaten sukabumi ini, ia menyatakan komitmennya adalah menjalankan tugas dan amanah yang telah dipercayakan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. "Menomorsatukan integritas dan selalu totalitas dalam menjalankan tugas," kata perempuan yang lahir Di sukabumi tersebut.

Dengan tugasnya itu, Dena menyatakan tidak ada masalah ataupun hambatan berarti yang dialami.

" Karena dalam organisasi KOHATI (Korps HmI Wati) salahsatu materi yang wajib di pahami kader itu adalah teknik persidangan ,jika dalam latihan kader itu hanya teori,dan di MUSDA ini perakteknya" ungkap dena saat di hubungi media.

Kebahagiaan yang ia rasakan dalam menjalankan tugas tersebut, adalah ketika didalam forum stuasi tetap terkendali dan lancar. "Selain itu, menjadi bagian dari sejarah KNPI kab.sukabumi adalah suatu kebanggaan bagi saya," pungksanya.

Sementara itu, Ketua RPPI (Rumah pemuda progresh indonesia) cabang sukabumi raya, Muhammad subhan, menyatakan mengapresiasi para perempuan yang mampu berkarya dan berbakti dalam membangun demokrasi di Indonesia,khususnya di kabupaten sukabumi.

Tambahnya, jabatan yang dimiliki setiap perempuan, tidak diperoleh secara instan, tetapi telah melalui persaingan dan kemapanan dalam pengalaman.