Kabarsukabumi.com - Dalam rangka mengurangi adanya kasus Bullying di tingkat Madrasah, Kepala Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Hayatul Mushlihin Kampung Cijambe, jl. Pemandian Cigunung RT 09, RW 04, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi terhadap siswa untuk berperilaku baik dan sopan.

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Neneng Suminar selaku Kepala Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Hayatul Mushlihin.  Kegiatan sosialisasi kali ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi madrasah.

"Sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi sikap atau perilaku bullying di lingkungan madrasah, ada ketakutan di sekolah yang berprilaku membully sesama temannya, mengambil hak orang lain, jadi kita ajarkan dari sekarang sikap harus saling menghormati," papar Neneng.

Kehidupan sosial manusia tidak terlepas dari interaksi satu sama lain. Perkembangan interaksi sosial akan meningkat seiring bertambahnya usia.

"Pada dasarnya peningkatan perilaku pada anak sangat bergantung pada keluarga. Entah itu keluarga di rumah atau keluarga di sekolah," jelasnya.

"Keluarga mempunyai peranan penting dalam mengajarkan cara berperilaku yang baik dan benar kepada buah hatinya, tetapi jika lingkungan keluarga tidak ikut terlibat dalam perkembangan sosial individu, maka anak akan cenderung berbuat ke arah yang kurang baik, salah satunya bullying," lanjutnya.

Bullying ini dapat dilakukan seseorang atau kelompok tertentu untuk menyakiti seseorang melalui fisik atau psikologis yang berpotensi membuat korban trauma dan tertekan.

Selain memberikan sosialisasi terhadap siswa, Neneng juga memberikan pengarahan terhadap 25 pedagang yang rutin berjualan di sekitar area madrasah.

"Selain kita memberikan sosialisasi kepada siswa,  ada sekira 25 pedagang yang rutin berjualan di madrasah, maksudnya kita ingin murid di sini ketika mengkonsumsi makanan yang di jual oleh para pedagang bebas dari barang-barang yang tidak disarankan atau dilarang oleh agama, salah satu diantaranya makanan yang mengandung uap, yang belakangan ini digencarkan oleh pemerintah untuk tidak dikonsumsi," tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan pihak yayasan, Aipda Agus Hermawan Bhabinkamtibmas Desa Sukaresmi, Peltu Elman Ginanjar Babinsa dan warga lingkungan sekitar.

"Kenapa kita melibatkan pihak lain, karena kita harus saling bersinergi untuk mencegah bahkan menghilangkan sikap bullying di lingkungan sekolah, karena harapan saya lingkungan madrasah dan sekitar masyarakat ingin kondusif," ujarnya lagi.

Tidak hanya pengawasan terhadap perilaku anak, Neneng juga meminta kepada orang orang tua untuk selalu mengawasi anak pada saat menggunakan media sosial.

"Saya juga berpesan kepada orang tua agar selalu mengawasi atau memperhatikan anak anak kita ketika menggunakan sosmed, karena adanya undang undang ITE, jangan sampai mengumbar kebencian, atau penghinaan dan lain sebagainya," pungkasnya.