KABARSUKABUMI.COM - Hingar bingar pergaulan anak muda di media 2000an membuat Muhammad Ihsan Adung (37) harus terjerumus ke dunia narkotika. Bahkan, dirinya sempat overdosis.

"Dulu di 2000an, aku nongkrong di berbagai komunitas anak muda yang ada di Kota Sukabumi. Di tongkrongan itulah mulai mengenal narkoba hingga merasakan overdosis," ujarnya kepada Kabarsukabumi.com, Senin (8/2/2021).

Tak sampai itu saja, dirinya pun sempat tidak sadarkan diri akibat pengaruh narkoba. Bahkan, sampai dirawat selama sepekan.

"Aku pernah koma selama sepekan akibat narkoba," ucapnya.

Akibat overdosis tersebut, dirinya mulai sadar akan bahayanya narkoba. Sehingga, dia merehabilitasi diri di pesantren.

"Dari sana aku menyadari kalau narkoba merusak masa depan," ungkapnya.

Pasca jauh dari narkoba, dirinya memutuskan untuk hijrah dan berjualan nasi padang keliling. Apalagi, dirinya harus menghidupi istri bersama ke tiga anaknya.

"Sekarang aku lebih fokus menafkahi keluarga dengan berjualan dan mencari rezeki halal," bebernya.


Menurutnya, air wudhu dan sajadah lah yang ampuh memberikan ketenangan. Sebagai umat manusia, dekatkanlah diri kepada Allah bukan narkoba.

"Anak muda mabuk itu kebanyakan untuk mencari jati diri. Tapi ketahuilah, ketenangan dan kenyamanan ada lewat wudhu dan beribadah," jelasnya.

Pengalaman pahit di masa lalu dijadikannya pelajaran. Baik untuk keluarga ataupun orang lain.

"Beberapa rekan, banyak juga yang telah meninggal akibat narkoba. Masa lalu saya ini, harus bisa dijadikan pelajaran. Jangan sampai semua orang terjerumus menggunakan narkoba," pungkasnya.