ROBI SANANA ,Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HIMPUNAN MAHAWASISWA ISLAM (PTKP HMI) Cabang Sukabumi, Menyebutkan sangat ironis dengan adanya kasus tersebut. 


Puluhan anak remaja anggota geng motor dikota Sukabumi, Jawa Barat kembali berulah. Mereka melakukan aksi-aksi brutal dan tak segan lukai warga. (Sumber, video dokumentasi). 


Tak hanya menyalahkan para pelaku, Robi Sanana yang juga fokus dalam kajian pemenuhan perlindungan hak anak, menyesalkan sikap kepolisian lantaran tak bisa mendeteksi aksi-aksi geng motor diSukabumi. 


Cenderung tidak ada strategi yang masive khusus untuk menyelesaikan polemik geng motor pun dari kasus-kasus yang sudah terjadi, tapi dipihak lain kejadiannya malah hasrat-hasrat anak remaja menjadi geng motor semakin menjadi. 


Menurut Robi,  sangat ganjil jika pihak kepolisian tidak mengendus adanya konvoi dan gerombolan geng motor yang berjumlah puluhan orang tersebut. 


"Juga aneh,  ada puluhan remaja bermotor berkeliling berombongan tapi tidak terendus. Buser kapan patrolinya? CCTV Sukabumi off? Masyarakat enggan melapor? Hotline number tidak berfungsi?". Kritiknya yang holistik dan melihat semua akar masalah. 


Robi pun akan mendesak pemerintah dan DPR untuk mengkaji dan mengimplementasikan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Menurutnya, inti dari UU itu adalah penanganan hukum yang harus diperberat untuk menimbulkan efek jera.


“Misalnya dengan menghadirkan orang tua mereka selama proses hukum, atau disuruh kerja paksa atau kerja sosial sebagai pelengkap sanksi pidana,” tuturnya.