KABARSUKABUMI.COM - Sukabumi - Geram dengan maraknya praktek dugaan pungli (pungutan liar-red) di lembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Kejujuran di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  DPP Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi Raya, gerudug Kantor KCD Dinas Pendidikan Wilayah V Jabar di Jalan Selabintana, Kecamatan Sukabumi/Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/11/21).

Kedatangan puluhan laskah inti DPP GOIB Sukabumi Raya dalam Amar Makruf Nahi Mungkar, dalam menyoroti beberapa point penting yang kerap menjadi korban orang tua murid dari kalangan kurang mampu. GOIB menilai

praktek dugaan pungli dan indikasi mengarah ke tindak pidana korupsi, seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP), Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dan masih banyaknya. Hal tersebut dinilai sudah semakin menggurita dan harus di tindak tegas.

Aksi audensi yang berlangsung 15 menit yang dikomandoi M. Afrizal Adhi Permana, Sekjen DPP GOIB dan M Maulana, Panglima Laskar, menegaskan, melihat kondisi kondisi Sukabumi masih PPKM. Keputusan aksi dirubah menjadi audensi, untuk menyoal maraknya dugaan pungli dan indikasi korupsi di Lembaga Pendidikan  SMA/K di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

"Sebelumnya kami DPP GOIB akan melakukan aksi demonstrasi, akan tetapi karena menghormati permohonan pihak kepolisian, untuk tidak mengerahan massa guna menghindari kerumunan ditengah PPKM," kata M. AfrizalAfrizal Adhi Permana.

Akan tetapi, M. Afrizal merasa kecewa dan di terkesan DPP GOIB di kerdilkan oleh tidak bisa hadirnya Kepada KCD Disdik Provinsi Wilayah V Jabar, dengan alasan tidak logis. Menyikapi atas dugaan kuat tentang pungli dan indikasi  dugaan Korupsi di tubuh Lembaga Pendidikan SMA/K khusus dibawah kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah V Provinsi Jabar.

"Audensi kami saat ini bertajuk Hentikan DSP dan Praktek Korupsi ditumbuh Lembaga Pendidikan SMA/K di Kota dan Kabupaten Sukabumi di lanjut pada hari Senin (14/11/21), dengan aksi demonstrasi dengan jumlah massa kurang lebih seribu massa dan orang tua murid yang merasakan langsung kegalauan, adanya dugaan praktek pungli (DSP-red) yang setiap tahun ketahun itu muncul," cetus M. Afrizal.

M. Afrizal meminta pada aksi audensi ataupun demontrasi pada Senin (14/11/21), semua pihak seperti Walikota Sukabumi, Kepala KCD Disdik Wilayah V Provinsi Jabar (Hj Nonong-red), Kepala MKKS dan unsur-unsur terkait.

"Aksi hari ini untuk menghentikan praktek dugaan pungli DSP dan lainnya.  Kami akan bukakan selebar-lebarnya pada aksi Senin depan," tandasnya.

Ujang Burdah Kepala Seksi Pendidikan Wilayah V Provinsi Jabar, saat memberikan keterangan didepan perwakilan anggota inti DPP GOIB Sukabumi, akan menyampaikan aspirasi dan permintaan yang di layangkan DPP GOIB.

"Sebelumnya kami memohon maaf, Kepala KCD saat ini sedang ada kegiatan di luas Kota Sukabumi," selorohnya.




(Arf/R)