Sepintas judul tulisan tersebut memvonis negatif atau setidaknya mengesankan bahwa mahasiswa adalah penjahat. Kemudian dicari kambing hitamnya dengan menambah kalimat "salah siapa?". Sebagai mahasiswa, tentulah judul itu memojokkan nama mahasiswaa. Hati seorang mahasiswa tentu akan sangat terluka jika dikatakan bahwa mahasiswa adalah penjahat , "mahasiswa bukanlah penjahat" Demikian tanggapan singkat terhadap judul tersebut.


Mahasiswa mendapat image sebagai agent of change dan golongan terpelajar. Mahasiswa berperan penting dalam menanggapi kebijakan pemerintah. Pada sisi lain, didapatkan fakta bahwa tidak sedikit pemakai narkoba adalah mahasiswa, golongan yang dianggap terpelajar. Fakta juga bahwa ketika berdemonstrasi ada mahasiswa yang merusak fasilitas negara. Menjadi pemakai narkoba dan perusak adalah penjahat. Tetapi, tidak serta merta kita menyebut mahasiswa sebagai penjahat. Mahasiswa seperti itu hanyalah oknum mahasiswa.


Dengan kata lain, tidaklah tepat dikatakan bahwa mahasiswa adalah penjahat.


Perlu diingat juga sejarah mencatat masa kelam dari reformasi masa orde baru tahun 1998. Ketika itu, banyak mahasiswa yang menjadi korban dan berguguran karena kebrutalan aparat .


Apakah pembantaian terhadap mahasiswa itu akan terulang kembali di zaman ini????


Peran seorang mahasiswa itu sangatlah penting. Selain menjadi mitra kritis pemerintah dapat membantu membersamai masyarakat dan taklupa membangun intelektual bangsa sehingga dapat bangkit dari keterpurukan serta kobodohan.


Demo Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-389 di komplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Jagakarsa,diwarnai insiden kebrutalan aparat kepolisian, Rabu (13/10/2021). 


Dalam video yang viral, seorang polisi berpakaian hitam terlihat membanting seorang mahasiswa dengan posisi badan belakang menghantam trotoar. Kemudian mahasiswa itu kejang-kejang. Setelah itu polisi yang membantingnya tunggang langgang meninggalkan korban.

POLISI digaaji untuk "Melayani.. Mengayomi.. Smackdown sesuai prosedur," 



Penulis: MSH (divisi pendidikan & propaganda)