KABARSUKABUMI.COM,-Kadiv Humas Irjen Pol Argo Yuwono memaparkan perkembangan kasus yang viral dimana seorang pedagang wanita berinisial LG dengan pria yang diyakini sebagai preman berinisial BS pada 5 September 2021 lalu. Dimana LG sebagai korban dijadikan tersangka pada proses penyidikan Polsek Percut Sei Tuan Medan.

Hingga kisruh antara LG dan BS viral di sejumlah media sosial dan media elektronik. Sontak mendapatkan komentar dari publik, dimana korban yang berprofesi berdagang, mengaku membela diri atas tindak premanisme. Ironisnya, korban dijadikan tersangka telah dilakukan audit proses penyidikan. Hasilnya, dinilai hasil penyidikan dinyatakan tidak profesional dan cacat hukum.

"Setelah dilakukan audit penyidikan, berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan Medan. Sehingga per 12 Oktober 2021 Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopotbjabatannya oleh Kapolrestabes Medan," papar Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, dalam keterangan persnya yang diterima Humas Polres Sukabumi IPDA Aah, Rabu (13/10/21).

Lebih lanjut Argo mengatakan, tahapan pemeriksaan masih terus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek Percut Sei Tuan. Dimana, kasus ini berawal dari video viral keributan antara seorang pedagang wanita (LG) dengan pria yang diduga sebagai preman (BS) dan Polisi mengamankan BS yang diduga melakukan penganiayaan terhadap LG. Meski BS sudah ditangkap, kasus ini belum juga usai.

"BS melaporkan LG karena merasa dirinya juga dipukul. Polisi melakukan penyelidikan terkait pemukulan itu. Setelah menemukan bukti yang cukup, polisi menetapkan LG sebagai tersangka. Hingga kasus dugaan tersebut sontak mendapatkan komentar pedas dan membela korban," bebernya.

Untuk diketahui, dalam surat panggilan terhadap LG, tertera jelas status tersangka terhadap LG. Surat itu menyebut LG sebagai tersangka dan dijerat pasal 170 subs pasal 351 ayat (1) KUHP.