KABARSUKABUMI.COM - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Ayi Jamiat ,memberikan penjelasannya terkait surat himbauan yang telah menyebar di Media Sosial dan menjadi polemik di warganet.

Isi dalam surat tersebut menghimbau pemilik toko di sepanjang jalan A.Yani Kota Sukabumi untuk memberikan sedikit ruang untuk para pedagang kaki lima yang selama ini berdagang didepan tokonya.


Dan didalam surat tersebut yang dikeluarkan oleh DISKUMINDAG Nomor 510/540/DISKUMINDAG/2021 ,tanggal 6/10/2021 Ditujukan kepada Pemilik Toko di Jalan A.Yani dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kumindag , Ayi Jamiat ini akhirnya ditarik kembali.

Kabarsukabumi.com saat meminta konfirmasi Kepala Dinas Kumindag, Ayi Jamiat mengatakan bahwa Surat tersebut sudah ditarik kembali dan menurutnya itu merupakan sebuah Kuisioner yang harus diisi oleh pemilik toko yang menerima surat tersebut.

" Surat sudah kami tarik kembali dan dibatalkan pa dan ini hanya survey internal dinas saja pa ", ungkap Ayi kepada Kabarsukabumi.com lewat aplikasi WhatsAppnya .


Kemudian Ayi pun memberikan penjelasan lewat pemberitahuan yang dibuatnya.

"Yth. Bapak / Ibu Pemilik Toko sepanjang jl. Ahmad Yani
Saya Kepala Dinas Kumindag Kota Sukabumi pada kesempatan ini menyampaikan beberapa hal atas beredarnya surat himbauan, bahwa surat itu hanya surat pengantar kuisioner bersedia/tidak bersedia toko memasukan PKL ke tokonya, dan itu hanya sebatas survei bukan kebijakan yang sudah final dari Pemerintah Daerah. Surat itu hanya untuk kepentingan Internal Dinas Kumindag saja tidak sepengetahuan pa Walikota, jadi kami mohon maaf apabila surat itu membuat resah bapak ibu pemilik toko di sepanjang jalan  A. Yani  dan surat tersebut saya tarik kembali dan di batalkan ", tulisnya.

Kemudian Kabarsukabumi.com menanyakan langkah apa saja yang akan dilakukan oleh Dinas Kumindag terkait pedagang kaki lima setelah selesainya pembangunan.

"Kita mengarahkan untuk masuk ke pasar-pasar  pemerintah seperti pasar Degung, Pasar Kaum, Pasar Dewisartika, Pasar Lembursitu dan Pasar Pelita", tambahnya.

Pedestrian yang dibuat untuk memberikan kenyamanan para pejalan kaki ini membuat para Pedagang Kaki Lima harus meninggalkan tempat dimana biasanya mereka berdagang, ayipun menanggapinya.

"Menurut aturan bahwa untuk jualan di Trotoar dan Badan Jalan tidak di perbolehkan", pungkasnya.

" Cuma mungkin ada kekhawatiran dari pemilik toko bahwa itu adalah keputusan final dari Pemda, padahal kita baru survei saja untuk bahan masukan ide dan gagasan ke Pimpinan Daerah, kalau toko menolak kan kita juga ga akan melanjutkan gagasan tersebut ke pa Walikota", ucapnya.


Surat yang sudah tersebar baru sepanjang Jalan A. Yani sebelah Utara dari seberang BRI sampai dengan  Toko Robinson dan hasilnya semua menolak

"Kami mengirimkan 2 lembar surat ke toko-toko itu, satu pengantar dan satu lagi Kuisioner " , ulasnya.

Dengan Surat yang dikeluarkan ini Ayipun menyatakan bahwa yang telah dilakukannya  merupakan Inisiatif DISKUMINDAG dan tidak ada hubungannya dengan Walikota Sukabumi.

"Iya, intinya bahwa surat itu murni insiatif Dinas Kumindag bukan arahan atau kebijakan dari pa Walikota", tutupnya.

( Hendra Sofyan )