KABARSUKABUMI.COM - Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang saat ini masuk PPKM  Level 2 dengan begitu Kawasan Pariwisata kemungkinan akan segera dibuka .

Walaupun begitu pengunjung tetap harus mematuhi  Protokol Kesehatan dan pembatasan  jumlah Pengunjungpun akan tetap dilakukan .

Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi (DBS), saat melakukan kunjungannya atas undangan dari Ketua Bapan  Pengelola  Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark  di Citepus Pelabuhan Ratu, Rabu ( 8/09/2021) .

Pada kesempatan ini dihadiri juga oleh  ( Plt ) Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Akhmad Riyadi, ATD., MBA., MM ( Asisten Perekonomian dan Pembangunan ) yang membahas tentang kolaborasi hubungan Pentahelix antara Goverment dan Komunitas.

Serta mendorong apa yang menjadi potensi di kawasan Ciletuh  dari 8 Kecamatan dan beberapa diantaranya sudah terbentuk dan menjadi anggota Asosiasi  Dunia Bambu Sukabumi serta sudah terbentuk juga Ketua DBS di setiap  Kecamatan.

" Kami bersilaturahmi dengan Ketua CPUGGp Pelabuhan Ratu dan (Plt) Kepala Dinas  Pariwisata untuk memperkenalkan diri terkait maksud dan tujuan dibentuknya Asosiasi DBS ini yang saat ini kita sudah mempunyai AD/ART, Visi Misi , Lagu Mars DBS, Yel-Yel , Salam Bambu yaitu Ngajaga Lemah Cai Sukabumi Ngahiji", ujar Agus Ramdhan,  Ketua Asosiasi DBS.

Kemudian menurutnya , pertemuan tersebut sangat luar biasa dikarenakan Asosiasi ini bisa mengembangkan Potensi yang ada di kawasan Ciletuh dari 8 Kecamatan itu sendiri.

" Kedepannya kita ingin mempunyai satu Icon,untuk Cinderamata atau buah tangan yang berbahan baku bambu sebagai Icon dari Geopark Ciletuh ", tambahnya.

Sementara itu, Bapan Pengelola CPUGGp Pelabuhan Ratu, Dodi, sangat mengapresiasi apa yang disampaikan untuk dijalinnya Kolaborasi hubungan Pentahelix.

" Komunitas sangat berperan penting untuk kami dan sehingga adanya hubungan Pentahelix. Kemudian kedepan  Program dari Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi memang luar biasa dan diharapkan  bisa berkolaborasi serta apa yang menjadi Potensi di kawasan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu bisa terakomodir oleh Asosiasi ", ucap Dodi.

Kemudian dari (Plt) Kepala Dinas  Pariwisata Kabupaten Sukabumi  , Akhmad Riyadi memberikan statement nya terkait kedatangan Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi.

" Saya kaget ini sudah rapih sudah terintegrasi , mudah-mudahan kedepannya bisa menjalankan sesuai dengan Visi Miisi dan AD/ART nya , bisa menjalankan amanah serta dapat bekerjasama dengan Pemerintah  Daerah untuk membangun hubungan yang Pentahelix dimana Kabupaten Sukabumi memang luar biasa. Terkenal dengan Gurilapnya , Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia pun  luar biasa", jelasnya.

" Bambu saya pikir tidak salah dan ini sesuatu sangat tepat bila bersanding dengan CPUGGp yang akan menjadi Icon kedepannya entah itu dari kemasan atau  entah itu dari Produk  Craftnya yang terbuat dari bahan Bambu itu sendiri ", pungkasnya.

(JoSofyan)