KABARSUKABUMI.COM,-  Situs Batu Congklak banyak menyimpan dan peninggalan sejarah dari zaman perang kemerdekaan, era kesultanan Islam, kerajaan Hindu-Budha hingga zaman purba. Salah satu wilayah yang kaya akan peninggalan bersejarah di wilayah pelabuan ratu kabupaten sukabumi. 

Salah satu situs bersejarah unik di kampung datar nangka adalah Situs batu berbentuk congklak itu, Sebab jejak arkeologi yang ditinggalkan berupa bongkahan batu yang bagian atasnya terdapat cerukan-cerukan seperti papan dakon atau congklak. Jadi bisa saja situs tersebut diberi nama Situs Batu Congklak.


Memang, batu Andesit berwarna hitam selebar kurang lebih 70 cm itu serupa papan dakon alias congklak, itu lho permainan tradisional anak-anak. Pada bidang batu yang datar, terdapat 7 cerukan yang beragam. 

Lokasi situs tersebut di tak jauh dari situs bersejarah lainnya di kampung datar nangka ini, Setelah berjalan yang sangat exstrime kurang lebih 250 meter ke arah pertemuan tiga sungai atau masyarakat menyebut kedung pertelu, jojok pertelu atau tempuran tiga batu Dakon tepat berada di pojok tebingnya. Tebing tersebut juga tertutup oleh tatanan batu yang dasarnya seperti pondasi/talud kemudian ada anak tangga yang membentuk punden berundak.

Nah, yang menggelitik saya, apakah fungsinya batu Dakon tersebut. 

Temuan batu Dakon ditempat di artinya batu seperti itu lazim digunakan oleh pada zaman dulu. 

Selain dugaan bahwa batu itu adalah papan permainan anak-anak japur alias zaman purba, kalangan ahli prasejarah beranggapan lubang di batu itu berfungsi sebagai altar sesajian seperti kembang-kembangan atau biji-bijian. Masing-masing lubang bisa berisi barang sesajian yang berbeda-beda. 

Jadi area batu dakon adalah area pemujaan arwah leluhur tak mengherankan dugaan ini, karena di sekitar batu Dakon.