Kabarsukabumi.com - Kota Sukabumi


Aliansi Pedagang Kaki Lima ( PKL) Jalan Ahmad Yani,  Alun- alun , Mandiri , Se- Kota Sukabumi, melakukan Audensi dan diterima langsung oleh Walikota Sukabumi , Achmad Fahmi di Ruang Rapat Balaikota Sukabumi , Rabu, (21/07/2021) terkait Pemberlakuan PPKM di Wilayah Kota Sukabumi .

Pemberlakuan PPKM Darurat yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah atas Instruksi Mendagri NO. 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM LEVEL 4 Covid 19 diwilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi

berdasarkan Assesmen dan untuk melengkapi Pelaksanaan Instruksi MenteriDalam Negeri mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikroserta mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Dengan Pemberlakuan PPKM tersebut , Aliansi Pedagang Kaki Lima melayangkan surat Audensinya  kepada Pihak Pemerintah Daerah untuk menyampaikan Aspirasi terkait kegelisahan dari para Pedagang saat diberlakukannya PPKM Darurat tersebut.

" Ada dua hal yg telah disampaikan dari kegelisahan para PKL yaitu ketika memang PKL  dituntut harus taat dalam keberlangsungan PPKM  untuk berdiam dirumah, maka berikan Kompensasi atau bantuan yang pantas kepada para PKL supaya bisa bertahan hidup memenuhi kebutuhan dalam keluarganya", jelas Koordinator Aliansi PKL , Asep Priana  ( Zhallu) kepada Awak Media.

Kemudian apabila Asep pun menambahkan bahwa mereka meminta agar adanya kelonggaran waktu untuk melaksanakan Kegiatan rutinnya berjualan .

" Ketika memang pemerintah tidak dapat menjawab permintaan poin pertama , maka beri kelonggaran waktu bagi PKL untuk tetap bisa berjualan sampe jam 10 malam , agar mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dengan cara mereka sendiri,  ikhtiarnya mereka sendiri dan tetap akan menjalankan Protokol Kesehatannya", ujarnya.

Menurut Keterangan Asep, Walikota Sukabumi , Achmad Fahmi memberikan jawabannya dihadapan Peserta  Audensi dan mengatakan bahwa Pemerintah Daerah tidak dapat merubahnya untuk saat ini.

" Pemerintah Daerah tidak bisa merubah apa yang sudah menjadi intruksi atau aturan yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat , jadi PKL hanya diperbolehkan berjualan sampe pukul 20.00 WIB ( malam) , tapi semoga sampai dengan  tanggal 25 Juli mendatang ketika angka covid dikota Sukabumi ini menurun, maka kita bisa memberikan Pelonggaran Waktu kepada PKL", Jawaban  Achmad Fahmi kepada para peserta Audensi.

"Pemerintah Daerah  siap berupaya memberikan KADEUDEUH bagi para PKL yang terdampak berupa Sembako dan Sembako ini secara stimulan ", ujar Fahmi.

Kegiatan Audensi ini dihadiri oleh Kapolres Sukabumi Kota, Dandim Sukabumi, para Koordinator PKL Se- kota Sukabumi serta jajaran Intansi Pemerintah yang mewakili.

( Jo )