Kabarsukabumi.com,- Desa Cileungsing Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Musdes atau Musyawarah Desa, dimana artinya adalah proses musyawarah antara BPD Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dan musyawarah ini pun diikuti oleh berbagai elemen warga masyarakat untuk mengambil keputusan strategis.

Menurut Kepala Desa Cileungsing H. Ahmad Sobandi, atau yang akrab di sapa H. Asep menjelaskan pada Kabarsukabumi.com  bahwa musyawarah adalah menjadi bagian dari dasar negara Indonesia yaitu Sila keempat Pancasila, dimana dalam sila tersebut menyebutkan Kerakyatan Yang Di Pimpin  Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

"Ini adalah kegiatan rutin atau Mudes (Musyawarah Desa), dimana kami menampung aspirasi warga masyarakat untuk selanjutnya dijadikan program kerja Pemdes (Pemerintah Desa) itu sendiri. Disampaing itu, kami juga memberikan informasi yang berkaitan denga Pemdes Cileungsing," kata H. Asep, pada Kabarsukabumi.com, setelah acara Musdes selesai. Jm'at 21/08/2020.

Sambungnya lagi, di MUSDES ini lah, keputusan strategis akan diambil dan dilaksanakan, selanjutnya menjadi rencana kerja kami Pemdes Cilengsing untuk masuk dalam tahap MUSRENBANGDES atau Musyawarah Rencana Pembangunan Desa

untuk hasil akhir musyawarah ini adalah tersusunnya RKPDes atau Rencana Kerja Pemerintah Desa.

"Kegiatan ini juga adalah merupakan salah satu wujud amanat Pancasila diantaranya Sila Ke 4 tadi. Selain itu juga diatur sesuai Permendesa PDTT 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa," jelasnya lagi. 

H. Asep meminta kepada seluruh Jajarannya  agar bisa meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakatnya, karena kita sebagai pelayan masyarakat dan penyambung lidah masyarakat kepada Pemda atau Pemerintah Daerah.

"Dan sebaliknya, warga masyarakat Desa Cileungsing jangan ragu untuk memberi masukan dan kritikan membangun kepada kami, karena tanpa masukan dari warga masyarakat, kami tidak bisa bekerja," beber H. Asep. 

Ditempat yang sama, Sekdes Desa Cileungsing, Rijal, menginformasikan ke publik dalam musdes tersebut, bawa Berdasarkan Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 52 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Setiap Desa Tahun 2020.

"Tadi kami informasikan juga hal tersebut,  maka Pemerintah Desa wajib menganggarkan dan melaksanakan kegiatan Bantuan Langsung Tunai bulan keempat sampai bulan keenam dari bulan Juli sampai September dengan cara melaksanakan Refocusing Kegiatan dan Relokasi Anggaran pada APBDes 2020," jelas Sekdes Desa Cileungsing yang akrab disapa Rijal. 

Masih kata Rijal, Berdasarkan Surat dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor S.2294/HM.01.03/VIII/2020 Perihal Gerakan Setengah Milyar Masker untuk Desa Aman Covid-19, maka Kepala Desa Wajib melakukan pengadaan masker kain sebanyak 2 buah untuk setiap warganya.

Selain itu, sambung Rijal, kami juga plurkan ke publik berdasarkan bahwa, Berdasarkan Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 107 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Alokasi Dana Desa, Dana Bagi Hasil Pajak Non PBB dan Bangunan dan Retribusi Daerah yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.

"Jumlah ADD Desa Cileungsing dari Rp. 488.339.400,- menjadi Rp. 437.975.900,- (Berkurang Sebesar Rp. 50.363.500,-);

2. Jumlah DBH Non PBB dari Rp. 84.483.300,- menjadi Rp. 64.825.700,- (Berkurang Sebesar Rp. 19.657.600,-)

3. Jumlah DBH Retribusi Daerah dari Rp. 9.604.900,- menjadi Rp. 7.402.550,- (Berkurang Sebesar Rp. 2.202.350,-)". Pungkas Rijal.

Kabarsukabumi.com (ARS).