KABARSUKABUMI.com - Sebagai satu jenis industri baru, pariwisata diproyeksikan akan mampu meningkatkan

pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, mendorong penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lainnya.

Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga terbuka pada usaha tradisional seperti industri kerajinan tangan, cinderamata, kunliner,  homestay dan jasa transportasi


Diantara hal penting pendukung pariwisata  adalah sapta pesona dan keterlibatan pentahelix. sapta pesona adalah suatu kondisi yang dibuat untuk menarik minat.


wisatawan berkunjung ke suatu daerah meliputi unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. terwujudnya sapta pesona tidak lepas dari kondisi masyarakat sadar wisata.

Keterlibatan pentahelix menjadi penting mengingat Akademisi, busines/pengusaha, government/pemerintah, komunitas/masyarakat, dan Media, merupakan keterpaduan solid untuk menggerakan sektor kepariwisataan menjadi industri yang mensejahterakan. Tanpa peran mereka hampir pasti pengembangan pariwisata akan berjalan sporadis, tanpa perencanaan, tanpa amdal dan rentan risiko.

Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam bentuk partisipasi aktif, memberi dukungan yang menguatkan serta melakukan interaksi sosial yang baik dan terbuka, sebagai wujud masyarakat sadar wisata


"Sadar Wisata" merupakan terminologi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan masyarakat untuk menciptakan iklim kepariwisataan yang kondusif. bisa tumbuh dan berkembang serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam konteks tersebut "sadar wisata" diterjemahkan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap berperan sebagai tuan rumah yang memahami, mampu serta siap mewujudkan unsur-unsur Sapta pesona pariwisata:

Dapat disimpulkan Masyarakat sadar wisata adalah sikap mental  yang membuat wisatawan memiliki kesan mendalam terhadap objek wisata yang dikunjunginya, walhasil mereka sangat berpotensi untuk kembali sambil membawa keluarga dan kolega, hal itu tentu memberikan dampak positif terhadap industri pariwisata dan memberikan efek domino pada kesejahteraan masyarakat.

Ada beberapa konsep meningkatkan dayatarik melalui produk wisata, diantaranya:  Atraksi, yaitu daya tarik wisata alam, budaya, festival atau pentas seni, semakin tinggi level atraksi semakin kuat dayatarik bagi wisatawan

Aksesbilitas, yaitu kemudahan  mencapai tujuan wisata, ditunjang oleh jasa travel, transfortasi umum dan kelayakan jalan, semakin mudah aksesnya semakin tinggi dayatarik yang ditawarkan pada wisatawan.

Amenities yaitu kelengkapan fasilitas layananan bagi pengunjung. Diantaranya akomodasi, kebersihan dan keramahtamahan. jelas hal ini menunjang kesan baik dan kenyamanan 

Networking, yaitu jaringan kerjasama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan baik lokal, nasional maupun internasional.

Produk wisata ini relevan dengan konsep lainnya yaitu something to see, something to do dan something to buy.

Dari komponen diatas, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya diarea wisata memegang peran yang gak kalah penting sebgai penyedia layanan "amenitities dan something to buy". Kuliner, pakaian, Spot swapoto dan  cendramata adalah bagian tak terpisahkan dari kegiatan pariwisata, bahkan jadi benda bersejarah bukti sebuah perjalanan.

Para pelaku usaha ini juga harus menajadi pengusaha sadar wisata yang dalam prakteknya harus menerpakan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability). 

Prinsip Kebersihan, Kesehatan, keamanan dan pelestarian lingkungan berkelanjutan  merupakan dukungan terhadap sapta pesona pariwisata. CHSE menjadi sangat penting penerapannya apalagi ditengah pandemi seperti sekarang

Dari paparan diatas, "Masyarakat Sadar Wisata", jelas memiliki peran penting dan strategis, bahkan boleh jadi hal itu jadi energi penggerak atau lokomotif bertenaga besar untuk menarik gerbong pariwisata ketujuan luhurnya yaitu berkontribusi mensejahterakan masyarakat

(Oleh; Agus Ramdhani, Staff Khusus Bidang Industri Pariwisata DPP HPN)