KABARSUKABUMI.com - Pernahkah mendengar nama Bukit Ciendong, Puncak Habibie atau Kokoncong, bagai traveler mungkin sudah gak asing, ya ! nama nama tadi adalah destinasi wisata eksotis, romantis, mengesankan dan selalu berhasil mengajak pengunjung untuk datang kembali menikmati panorama yang tak pernah membosankan

Keberadaan objek wisata tersebut berada di wilayah perbatasan Provinsi Jabar-Banten tepatnya berada disekitaran wilayah Desa Pasirbaru Kecamatan Cisolok Kab. Sukabumi Jabar.


Selain nama nama tadi masih ada pilihan lain yang tak kalah mempesona seperti pantai Cibangban, pantai karang haji yang terkenal dengan optimalisasi akan di bangun sky walk pinggir karang dan pohon cintanya, pantai Cibongkok dengan penghasil batu alam sudah sampai ke kota-kota besar bahkan ke manca negara, pantai Cikembang dengan optimalisasi akan di bangun Masjid Apung, pantai legon waru dengan pulau bayawaknya, pantai kokoncong dengan pantai perawannya serta muara Cibareno-perbatasan,  untuk urusan destinasi wisata bahari Kab. Sukabumi memang jagonya.

Walaupun demikian, penanganan secara apik dan profesional diperlukan untuk mengelola objek -objek wisata  tersebut, strategi Pentahelix sangat memungkinkan dan ideal, seperti kita ketahui pentahelix adalah model kerjasama yang melibatkan lima unsur yakni pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media.

Pengembangan pariwisata dibutuhkan perbaikan infrastruktur, fasilitas standarisasi yang memadai juga meningkatkan sumber daya manusia, pastinya sapta pesona ya.g dijaga akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung yang datang, sehingga destinasi wisata menjadi bersih, sehat, tertib dan berkelanjutan serta akhirnya bisa jadi dayatarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang atau berinvestasi ke sektor pariwisata domestik tersebut.


Saking prospektifnya, sektor pariwisata masuk kedalam 3 sektor prioritas investasi yang  berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di temui kabarsukabumi.com kades pasir baru Haidayah,  merasa senang dengan akan adanya optimalisasi desa wisata terpadu yang ada di desa pasir baru, dari team penggiat desa wisata setelah selihat potensi yang ada di wilayah kami. Selasa (10/08/20).

Dari banyaknya destinasi diperbatasan Jabar-Banten tadi, salah satu yang potensial untuk dikembangkan adalah pantai Kokoncong, nama Kokoncong sendiri diambil dari bahasa sunda yang artinya ujung muara, selain indah dan memanjakan mata pengunjung, pantai Kokoncong merupakan pantai asri, dengan laut biru cerah yang masih perawan jauh dari jamahan manusia.

istilah "Pantai Perawan" sendiri diperkenalkan oleh penggiat pariwisata Agus Dhani  yang rela tiga hari tiga malam melakukan pengamatan disana.

Menurutnya, istilah perawan sangat cocok karena, selain indah, lingkungan dan vegetasi khas disekitaran pantai masih terjaga kelestariannya


" sangat indah, kita sepakat bahwa pengembangan objek wisata kokoncong kedepan harus menjaga kelestarian ekosistem dan bio deversity yang ada" ungkapnya

Untuk itu akses kendaraan jg harus dibatasi, bukan saja keasriannya terjaga juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

" selain jasa transfortasi ramah lingkungan, juga bisa jadi tour guide atau bahakan penyedia jasa fasilitas yang dibutuhkan pengunjung seperti homestay, kuliner lokal, cendramata atau produk lain yang identik dengan keindahan objek wisata yang ada" tambah Agus.

Agenda strategis kedepan Agus dhani dan pemerintahan setempat dan tokoh masyarakat akan menyusun rencana matang untuk pengembangan objek wisata yang ada diperbatasan itu.

Dari pantauan atas ikon wisata yang terhampar di ujung Kab.Sukabumi itu, tak ada lagi kata kata yang bisa mendefinisikan, selain keindahan fanorama alam bak serpihan surga yang ada di bumi, serpihan surga yang tersembunyi diperbatasan Jabar-Banten.

(KS0011)