KABARSUKBUMI.com - Agung Agustian (27) tampak sumringah saat ditemui kabarsukabumi.com di Cafe Lalalane dimana Agung adalah salah satu pemiliknya.

"Sebelumnya saya jualan olahan ayam menggunakan resep dari orangtuanya dan coffe shop,  setelah 2 tahun terpaksa re-branding kemudian saya rubah konsepnya" jelasnya

Dirinya menambahkan, konsep baru itu muncul setelah menggandeng Aldin  kawannya seorang profesional muda  dibidang  managemen.

Sebelumnya, Agung yang hobi kuliner dan traveling ini menyempatkan berkunjung ke Bali dan menemukan cafe yang bergaya Maroko, dan Ia merasa tertarik

" lama saya mengamati detailnya arsitek maroko di cafe tersebut" kenangnya


Akhirnya Agung berencana membawa gaya Maroko menjadi konsep  cafe yang dia kembangkan di Jl.Kramat No. 47 Sukabumi. Bukan jalan besar makanya dinamakan lalalene yang artinya jalan kecil atau sempit,

Karenanya saat weekand selalu padat disana karena banyak sekali kendaraan yang parkir baik roda 2 ataupun roda 4, 

Kepada Agus Ramdhan yang juga penggiat  pariwisata itu,  Ia bercerita banyak seputar pariwisata dan kuliner Sukabumi,

" di Cafe Lalalene tempat swafoto yang unik dan berkesan, terutama design arsitekturnya yang bergaya  maroko" kata Agung

Walau arsitektur  cafenya ala maroko, makanan yang jadi best seller adalah classic ayamku signature  food, karena selain enak harganya pas dikantong 

Disana juga ada signature drink, kampung late dan kelepon mix yang jadi primadona, selain itu live musik menggunakan selektor di kombinasikan dengan saxophone menjadi suguhan menarik bagi pengunjung 

Usai bercengkrama dengan Agus Ramdhan, Agung menyarankan untuk anak muda yang mau usaha  kuliner, harus yakin, percaya akan kemampuan diri sendiri, 

"berdikari jangan bergantung pada orang lain. mudah mudahan Covid segera berlalu, kita harus tetap waspada, jaga kesehatan, ikuti protokol kesehatan, dan UMKM semakin maju.