KABARSUKABUMI.com - Adalah Agus Ramdhani (39), penggiat pengembangan potensi kepariwisataan desa yang ada di wilayah Kab. Sukabumi, salah satu masterpiece pria yang biasa disapa Agus Dhani ini adalah staff khusus Dewan Pengurus Pusat (DPP), Himpunan Pengusaha Nahdiyin (HPN), bidang induatri patiwisata, suatu komunitas mama Agus Agus Bersaudara Indonesia (AABI), Dewan Agus Pusat (DAP), ketua bidang seni,  budaya patiwisata dan olah raga,  bidang pengembangan wisata edukasi agrobisnis ramah anak.

Pada Kamis 12 Maret 2020, destinasi agrowisata ramah anak yang Ia inisiasi telah diresmikan oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami dengan peletakan batu pertama pembangunannya.

Tak hanya itu, upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Parungseah  juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terbukti dengan kunjungan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI, Asep Sasa, padameln Hari Salasa (2/6/20) dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes RI,  M. Fachri pada Hari Sabtu (25/07/20), di Kampung Pasirangin,  Desa Parungseah Kec. Sukabumi

Pemberdayaan wilayah berbasis pariwisata bukan saja prospektif untuk warga setempat tapi juga mulai dilirik oleh para investor dan pengembang, hal ini ditegaskan Kades Parungseah, M.  Munir, " cukup banyak investor yang masuk di seputaran Pasirangin,  Ada yang sudah membuat area foodcourt, pengembang perumahan, Saya yakin ketika masyarakat mendukung, agenda desa wisata  akan terwujud" ungkapnya.


Menurut analisa Agus Dhani, mewujudkan desa wisata itu tidak mudah, karena komponen sapta pesona harus betul betul dijaga "Kita jaga kebersihan, ketertiban,  kenyamanan, Keindahan,  kesejukan, keramahtamahan dan membangun kesan mendalam" jelasnya

Agus juga mencermati hal lain yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan destinasi wisata " ada tiga elemen penting, pertama masyarakat sebagi Tuan rumah harus menjadi pelaku, take terpisahkan dari pengembangan kepariwisatan diwilayahnya, kedua pemerintah sebagai pemangku kebijakan sebagai kepastian hukum,  ketiga keterlibatan stakeholder yang mampu membuka akses permodalan dan investasi dan jejaring yang luas.

Hal lain yang menjadi prasyarat, tambah Agus, menjadikan satu destinasi wisata digemari dan bertaraf internasional diperlukan daya tarik, akses dan fasilitas lengkap 

Daya tarik biasanya dikemas dalam bentuk Atraksi (atraction)yang dikemas secara apik dan profeisonal, mulai dari pertunjukan seni tradisional, kegiatan berbasis alam, dan atraksi lain yang jadi nilai tambah destinasi wisata

Aksesibilitas atau Kemudahan akses juga proritas utama, ini menjadi jaminan bagi para wisatawan bahwa mencapai objek wisata bisa dilakukan dengan nyaman aman dan tenang, dan bisa ditempuh dalam berbagai situasi

Yang terakhir Amenitas atau fasilitas pendukung bagi kepentingan wisatawan, Seorang wisatawan harus dibekali pengetahuan keberadaan tempat beribadah, sarana kesehatan, penginapan, tempat kuliner, ataupun pusat oleh-oleh sebagai buah tangan mereka berwisata.

Agus Dhani yakin jika setiap desa bisa mewujudkan destinasi wisata sesuai dengan kearifan lokalnya,  pasti perkonomian meningkat, bisa menunjang kesejahteraan masyarakat,

" logikanya sederhana, Saya yakin para wisatawan jika berkunjung berwisata pasti membawa uang yang cukup untuk berlibur dan membelanjakannya ditempat wisata, tentu menjadi pemasukan bagi masyarakat dan menambah PAD" pungkasnya.

(KS009)