KABARSUKABUMI.com - Owa Jawa salah satu hewan primata yang hidup di wilayah selatan Sukabumi dicanangkan menjadi maskot desa wisata berkelanjutan tepatnya di Desa Lengkong Kec. Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Hal tersebut mencuat dalam Musayawarah Optimalisasi pengembangan potensi wisata yang berkelanjutan di desa tersebut.

Musyawarah yang diisi dengan ekspose kepariwisatan berbasis agrowisata dan edusiwata oleh pegiat Desa Wisata, Agus Ramdhani, dan diikuti oleh Kades Lengkong, Ketua BPD, Ketua LPM, Sekcam, Unsur Perhutani, Ummi Elvi Sukaesih kw, relawan peduli Owa Jawa, PKK serta Para kadus dan masyarakat.

Menurut Agus Ramdhani, Walaupun program Desa wisata belum tertuang dalam RPJMDes, tapi dengan potensi yang ada sangat memungkinkan Desa Lengkong menjadikan desa wisata sebagai agenda strategis kedepan, mengingat banyak potensi wisata disana.


"kita bersama  sepakat, kedepan akan segera memberdayakan potensi yang ada untuk dijadikan desa wisata berkelanjutan, memiliki daya tarik dan nilai jual serta mendorong perekonomian masyarakat" ungkapnya.

Menurutnya rencana tersebut bisa dimusyawarahkan dengan pihak Perhutani  sehingga terbentuk eko wisata unggulan, artinya wisata menarik yang  juga ramah lingkungan.

" Rimbun dan teduhnya pohon pinus akan menambah suasana sejuk, selain itu rencananya akan dibuat danau untuk resapan air, dan homestay, tak hanya itu potensi air terjun juga potensial untuk dikembangkan" tambahnya.


Diketahui untuk mendukung kemudahan akses di desa tersebut, sedang dilakukan pembuatan jalan secara gotong royong bergiliran antar warga setiap RT nya, hal itu untuk kemudahan tempuh ke areal wisata.

Selain itu jenis primata Owa Jawa yang hidup dihutan sekitaran Lengkong bisa dijadikan maskot desa wisata berkelanjutan, seperti diketahui Owa Jawa ini menjadi hewan kebanggaan Kabupaten Sukabumi bahkan Provinsi Jawa Barat.

Bahkan, Aktivis peduli Owa Jawa, Tini Kasmawati (48) sudah mendapat beberapa penghargaan seperti SCTV Award 2019, sudah banyak dari berbagai negara yang berkunjung ke Desa Lengkong hanya untuk melihat owa jawa, seperti halnya negara Francis,  Belanda dan lain sebagainya, kepeduliannya sampai sekarang masih dilakukan dengan memberikan makan Owa Jawa setiap hari 2x kali sehari hal tersebut dilakukannya sejak tahun 2016.


Sementara itu, Kades Lengkong, Sulaeman mengatakan musyawarah pengembangan desa wisata sangat  pentingnya untuk kemajuan Desa Lengkong kedepan, serta bisa mensejahterakan masyarakat.

" selama ini desa kami hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan yang mau ke Ujung Genteng dan Ciletuh. Dengan adanya pencerahan mengenai kepariwisataan mudah mudahan kami bisa memanfaatkan potensi yang ada." pungkasnya.

(Red)