KABARSUKABUMI.com - Anugrah Hotel Sukabumi jadi inisiator Membatik diatas kain dengan panjang kurang lebih 198 M, kegiatan tersebut untuk memperingati hari batik nasional yang jatuh pada  hari Jum'at, 2 Oktober 2020. dimana Desa Parungseah Kec. Sukabumi dipilih jadi tempat pelaksanaanya.

Menurut General Manager Anugrah Hotel, Dian Septo Pramono,  pihaknya menginisiasi kegiatan membatik di atas kain sepanjang ratusan meter itu untuk memeriahkan Hari Batik Nasional sekaligus memperkenalkan Desa Parungseah sebagai Desa agrowisata.

"Kami dari Anugrah hotel bersama warga dan unsur pemerintah Kabupaten Sukabumi mencatat rekor selendang batik cap asli motif sukabumian terpanjang,  adapun digelar di Desa Parungseah karena merupakan desa binaan dalam program pemberdayaan masyarakat Sukabumi," kata Dian kepada kabarsukabumi.com, Jumat (2/10/20).


Beragam motif Kesukabumian tergambar di atas kain selendang putih, mulai dari motif Manggis, Penyu, Wijayakusuma, Manggis dan Garuda Ngupuk. Dalam waktu sekitar 2 jam lukisan batik beragam motif tergambar di kain panjang yang dibentangkan di area pesawahan.

Akhirnya Batik di atas selendang  dengan teknik cap, ceplok atau stempel diatas kain 198 meter tersebut berhasil mencatatkan rekor di Original Rekor Indonesia (ORI).

Lebih jauh, Dian Septo Pramono mengatakan, kegitan ini merupakan upaya Manajemen Hotel Anugrah Sukabumi untuk memberi nilai tambah pada lingkungan sekitar yang turut berkontribusi dan mendukung kemajuan Pariwisata kota maupun Kabupaten Sukabumi berbasis desa wisata.

Seperti diketahui sebelumnya, Hotel yang berada di Lokasi strategis di Pusat Kota Sukabumi tersebut sangat mendukung pemberdayaan pariwisata berbasis masyarakat.

Salah satu hal yang dilakukan pihak Hotel Anugrah Sukabumi dalam menguatkan kepariwisataan dan turut membangun investasi adalah dengan promo di Bulan Oktober 2020, yaitu ikut meningkatkan layanan MICE (Meeting, Incentives, Conference and Exhibitions) menjadikan layanan hotel semakin inopatif

Ditempat yang sama, Camat Sukabumi, E. Suherman menyatakan Dirinya sangat mendukung upaya pemberdayaan Desa Parungseah sebagai desa agrowisata ramah lingkungan dengan penataan berkelanjutan.

" rencananya, Pengembangan pariwisata akan terus dikembangkan disini, karena itu dengan adanya kegiatan hari ini sambutan masyarakat sangat antusias, Kita akan mendorong pariwisata untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan maju  ekonominya," ungkapnya.

Senada dengan itu, Aktivis Desa Wisata, Agus Ramdhan mengatakan Desa Parungseah memang diproyeksikan menjadi Desa wisata dengan konsep agrowisata dan eduwisata.

" Konsep Agro Eduwisata akan terus dikembangkan. tentu dengan perencanaan matang terkait pelestarian lingkungan, ramah dan mendidik. jadi kapariwisataan disini bukan saja menarik tapi juga berkesan" paparnya.

Saat ini Desa Parungseah, Kata Agus,  sudah memenuhi prasyarat kelayakan dan dayatarik objek wisata seperti atraksi, aksesibilitas dan Amenities (Fasilitas) atau amenitas.

"instrumen pendukung desa wisata itu ada tiga, satu ada atraksi, atraksi dalam bentuk spot wisatanya apasaja, kemudian ada aksesibilitas kebetulan akses juga tidak terlalu jauh dan mudah terjangkau. Yang ketiganya ada amenitas itu kelengkapan sarana prasarana,  dari sektor ekonominya nanti UKM bisa jadi pelaku bisnis kuliner selain jasa penyediaan  homestay," kata Agus optimis.