KABARSUKABUMI.com - Memasuki musim hujan, Pemerintah Desa Perungseah, Kecamatan Sukabumi,  Kabupaten Sukabumi,  aktif melakukan gotongroyong untuk membersihkan saluran air supaya alirannya lancar. juga yang tak kalah penting mengantisipasi nyamuk demam berdarah

Minggu (27/9/2020) bersama masyarakat disana lakukan Giat bareng Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pembersihan Selokan di Lingkungan KP. Bojong Duren Rw 02 Desa Parungseah.

PSN sendiri merupakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan jurus 3M Plus yakni : pertama menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lainnya.


Kedua, menutup rapat tempat- tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren, dan sejenisnya

Ketiga, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Sementara Plus-nya antara lain pencegahan DBD dalam bentuk Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk juga Menggunakan kelambu saat tidur.

Tak berhenti disana, ditambah Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah serta Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Kades Parungseah, Muhamad Munir,  menyampaikan terimaksih atas peranaktif warga untuk lingkungan

" terimaksih kepada semuanya, pak RW pak RT, Kader PKK, yang sudah berpartisipasi, semoga kedepan menjadi kegiatan rutin, Salam kompak buat warga Bojong Duren" ungkapnya

Tokoh Agama dan tokoh masyarakat juga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, mereka terus menyampaikan prinsif sesuai ajaran agama, Sejatinya, Islam memang menganjurkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan. Sebab Allah Swt pun menyukai hamba-Nya yang mensucikan diri, sebagaimana firman-Nya; 

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222).

Ditempat yang berbeda, aktivis desa wisata, Agus Ramdhani mengatakan bahwa estetika lingkungan merupakan prasyarat kepariwisataan, sehingga menciptakan suasana nyaman bagi siapapun yang datang.

" bukan saja faktor kesehatan, kebersihan dan keindahan merupakan salah satu upaya konkret  untuk menuju desa wisata, ini bagian dari sapta pesona pariwisata" terangnya.


(Red)